Selasa, 15 Januari 2008

b. Tujuh Elemen Dasar dalam Sebuah Business Plan

Karena setap bisnis sifatnya berbeda-beda, maka tidak semua business plan bersifat serupa. Suatu business plan bagi perusahaan perorangan akan berbeda degan perusahaan besar yang telah go public dan memiliki kantor cabang di banyak kota. Tetapi semua business plan akan memiliki maksud yang sama, mereka memiliki elemen dasar yang sama.

Elemen Dasar dari sebuah Business Plan

  1. Latar belakang dari gagasan anda
  2. Tujuan dan sasaran-sasaran organisasi/ perusahaan anda
  3. Produk atau jasa yang ingin anda tawarkan
  4. Bentuk kepemilikan usaha anda
  5. Manajemen dan staffing
  6. Pemasaran
  7. Laporan Keuangan saat ini dan yang diproyeksikan.

Latar belakang
Tentu ada sesuatu yang mendorong anda memiliki gagasan bisnis anda. Dengan menguraikan bagaimana anda dapat sampai kepada gagasan tersebut akan membantu para peminjam dana, investor, serta pemilik dana lainnya memahami bagaimana bisnis anda akan dioperasikan.

Tujuan dan sasaran-sasaran organisasi
Business plan anda harus menguraikan tujuan dan sasaran jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Bagian ini harus memuat visi anda tentang kemana bisnis anda akan anda bawa di masa depan. Beberapa usahawan mengartikulasikan dengan sangat jelas apa yang mereka ingin lakukan atas bisnisnya. Yang lainnya mungkin hanya jelas dengan sasaran jangka pendeknya namun samar-samar degan sasaran jangka panjangnya.

Produk atau jasa
Pada bagian ini business plan anda harus menguraikan produk atau jasa organisasi/ perusahaan anda yang akan dihasilkan dan dijual. Anda harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa tersebut berbeda dengan yang sudah ada di pasar. Tekankan keunikan dari produk atau jasa anda dan jelaskan manfaat yang akan diperoleh pelanggan jika membelinya.
Industri. Pada bagian ini dari business plan anda harus menggambarkan industri di mana anda akan beroperasi. Hal-hal yang harus anda muat pada bagian ini antara lain meliputi:

  • Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis anda, seperti tingginya persaingan atau krang pastinya pemasok yang anda butuhkan.
  • Potensi pertumbuhan industri ini
  • Kecenderungan ekonomi dari industri ini
  • Kecenderungan teknologi yang dapat mempengaruhi industri ini
  • Peramalan bagi industri ini.
Untuk memperoleh informasi ini, anda perlu melakukan riset. Terbitan-terbitan pemerintah, BPS, artikel, dan buku-buku mengenai industri, internet, dan sumber-sumber lainnya merupakan tempat yang cocok untuk memulai penelitian anda. Jangan lupa menyebutkan semua sumber ini dalam business plan anda. Dengan menyebutkan sumber kutipan akan membuat business plan anda lebih meyakinkan.
Lokasi. Bagian Produk atau Jasa dalam business plan anda juga harus menggambarkan lokasi dari bisnis anda. Para penyedia dana ingin mengetahui secara tepat di mana letak bisnis anda karena lokasi sebuah bisnis merupakan faktor kritis bagi kesuksesannya.
Bentuk kepemilikan usaha
Dalam business plan, anda perlu memiliki sebuah bagian yang menjelaskan secara rinci bentuk kepemilikan organisasi/ perusahaan anda. Berikan informasi yang relevan mengenai bentuk usaha anda, seperti siapa dan berapa banyak pemilik usaha anda. Bagian ini cukup penting karena bentuk legal dari suatu bisnis juga memiliki pengaruh terhadap keberhasilan bisnis untuk memperoleh laba. Jika business plan anda terutama ditujukan untuk memperoleh pendanaan maka bagian ini menjadi sangat penting bagi para penyedia dana.

Manajemen dan staffing
Orang-orang yang akan ikut mengelola bisnis anda merupakan hal yang penting bagi keberhasilan bisnis anda. Suatu business plan yang sangat baik pun tidak akan membuat perusahaan anda sukses jika SDM yang tidak kapable yang menjalankannya. Bagian manajemen dan stafing dari business plan harus menunjukkan bahwa anda dan SDM yang akan bekerja dengan anda memiliki pengalaman, kematangan, dan akal sehat untuk mengelola bisnis anda dengan baik.

Pemasaran
Dalam business plan, anda juga harus memuat informasi tentang bagaimana memasarkan usaha anda. Anda perlu menjelaskan siapa pelanggan prospektif anda, seberapa besar pasar bagi produk atau jasa anda, serta bagaimana rencana anda memasuki pasar tersebut. Anda juga harus menjelaskan bagaimana anda berencana menangani para pesaing anda.
Anda perlu memerinci keunggulan perusahaan anda dibanding pesaing anda. Keunggulan ini dapat meliputi:

Ø Performansi
Ø Kualitas
Ø Harga
Ø Promosi
Ø Kehandalan
Ø Distribusi
Ø Imej dari masyarakat atau reputasi.
Laporan Keuangan saat ini dan yang diproyeksikan
Bagian keuangan dari business plan anda sedikitnya harus memuat tiga elemen penting, yaitu: identifikasi risiko, laporan keuangan, serta kebutuhan dana dan pengembalian investasi.
  1. Identifikasi risiko bisnis. Para calon penyedia dana atau investor akan perlu mengetahui risiko apa yang dihadapi bisnis anda dan bagaimana anda merencanakan menanggulangi risiko tersebut. Tidak perlu khawatir untuk memerinci masalah-masalah potensial yang akan anda hadapi. Para pembaca akan diyakinkan kembali untuk melihat bahwa anda telah mempertimbangkan masak-masak seluruh masalahnya secara jelas. Contoh dari jenis-jenis risiko ini antara lain misalnya jika para pesaing anda menurunkan harga produk/jasanya, biaya-biaya yang melampaui perkiraan, serta permintaan bagi produk/jasa anda yang tiba-tiba menurun.
  2. Laporan keuangan. Suatu bisnis baru harus memuat proyeksi laporan keuangan dalam business plannya. Sedangkan bagi bisnis yang telah berjalan harus memuat laporan keuangan baik yang sekarang maupun yang diproyeksikan. Sebuah laporan keuangan yang dibuat berdasarkan pendapatan dan biaya yang diproyeksikan disebut sebagai laporan keuangan proforma.
  3. Kebutuhan dana dan tingkat pengembalian investasi. Anda juga perlu menunjukkan seberapa besar anda membutuhkan dana untuk menjalankan bisnis anda dan bagaimana anda merencanakan menggunakan dana tersebut. Anda perlu memberikan penyedia dana suatu gagasan seberapa besar pengembalian atas dana yang akan mereka tanamkan dalam usaha anda.

Tidak ada komentar: